Mittwoch, 5. Juni 2013

Indonesia Movement Conference 2013 #1

Halo, teman-teman! So, It's been about 3 weeks since the IMC 2013 be held. But too bad, I am getting forget every single detailed events happened there whereas I haven't written anything about it here. So, before all the moments fly away from my head, I'm now starting to make it everlasting hahaha

So, Indonesia Movement Conference 2013, or IMC 2013 for short, is a conference for Indonesian youth, organized by the students board of Prasetiya Mulya Business School and held in May 17-19, 2013. In this event, every province was represented by one youth delegate, and maybe because it was their first debut, the province participants are only 26 provinces. And I'm the delegate representing DKI Jakarta yeaaaaay

Anyway, ini kenapa gue jadi speaking english gini? Oke, haha so, in IMC 2013 we discussed much about things to do to make a better Indonesia. Besides, we shared knowledge, ideas, and spirit to be the driver of change in our own province! haha

To specify our focus, the committee divided us (the 26 delegates) into 5 clusters (education, environment, entrepreneurship, youth & leadership, culture) based on our social project. Ahya, before chosen to be delegates, we have to take the selection process which included short essay writing, application form filling, social project paper submission, and so on. Social project I submitted is my Trash me, it works! Movement hahah that's why it was grouped into the environment cluster. Then, in those clusters, we presented our sospro in front of the judges who are experts in every cluster. The 5 best social projects will get an amount of grants to realize their project. So, let's guess then did I become the best 5 social projects? *drumroll* the answer is NOOOOOOOO hahaha

so, are you eager enough to know why I wasn't chosen to be the 5 best projects? to be continued yaak guys, my mom is calling. asking me to nyuci piring. haha
fixed, postingan ini ditutup dengan sangat tidak elit haha


Samstag, 11. Mai 2013

Sonntag, 5. Mai 2013

Jadi ceritanya

Jadi ceritanya saya luar biasa bosen dari tadi subuh mantengin laptop buat nyelesain proposal sospro terbaru saya untuk dikirim ke panitia IMC. Makanya sekarang boleh dong, ya, mampir kesini curhat-curhat dikit. haha

Oke, kebetulan saya memang sudah lama memendam keinginan untuk berbagi tentang project terbaru saya ini, namanya Trash me, it works! Movement haha Project ini berawal dari kurang lebih satu tahun yang lalu ketika harga tiket kereta api melonjak bombastis dan kereta ekonomi semakin sulit ditemukan. Then, I decided to be done with my train-life haha apadeh. Intinya, saya memutuskan untuk berpindah ke lain angkutan umum, yaitu angkot! Nah, rumah saya kan di Pejaten Barat, which means saya harus naik angkot dua kali, karena gak ada angkot yang langsung ke Depok dari sana. Maka jadilah setiap pagi saya transit di Pasar Minggu untuk nyambung angkot ke Depok.

Pas awal-awal lewat Pasar Minggu, saya kagum dibuatnya. Sejak saat itu saya sadar bahwa 'salah' kalo orang-orang bilang di Jakarta gak ada gunung. Buktinya, di Pasar Minggu ada banyak banget gunung, bedanya gunung ini tuh gunung sampah -.- Beberapa kali lewat, saya cukup maklum, saat itu saya pikir, Pasar Minggu kan aktifnya dari tengah malam sampe subuh, jadi wajar aja kalo jam segini itu sampah masih bertumpuk. Problema klasik lah, yang jualan gak mau buang sampah di tempatnya karena ngerasa udah bayar uang kebersihan. Tapi kemudian beberapa hari berikutnya siang-siang lewat Pasar Minggu karena kelas siang, gunungan sampah tersebut tetap ada, padahal sampah 'pagi'-nya udah diangkut ke Bantar Gebang. (fyi, di Pasar Minggu itu ada tempat penampungan sampah sementara gitu, sumber sampahnya selain dari Pasar Minggu, juga dari warga se-kecamatan Pasar Minggu. Dan setiap hari, sampah sekitaran pasar dikumpulin dalam dua gelombang, gelombang pagi dan malam, untuk kemudian dikirimlah itu sampah ke TPA Bantar Gebang) jadi ternyata Pasar Minggu yang saya pikir bersih di siang hari itu salah. Karena sesungguhnya Pasar Minggu memang tidak pernah bebas dari sampah. Hahaha *tawa miris* Eh tapi pernah deng satu kali Pasar Minggu bersih dari sampah, waktu menjelang penganugerahan Piala Adipura. Beh, itu yang namanya pasar yang super duper kotor, berubah jadi bersih tidak hanya sampahnya, tapi juga bersih pedagang kaki limanya, lho!

Maaf, kalo pemilihan diksi saya tidak bagus dan pengorganisasian kalimatnya tidak baik, ya, hehe udah ngantuk nih. Intinya pesannya tersampaikan lah yaa haha *excuse

Lanjut. Nah, karena liat pasar minggu yang luar biasa kaya akan sampah itu, dan pedagang-pedagangya yang sangat terbiasa buang sampah dimanapun mereka berada itu, saya sebagai GCC Leader #cailah tergerak untuk membuat perubahan hahaha jengjengjeng saya bikin komunitas pengolahan sampah disitu, yang SDMnya dari masyarakat lokal yang diberdayakan. Tujuannya ya untuk mengurangi volume sampah, karena temen-temen tau gak dari hasil ngobrol panjang lebar saya sama senior TekLing UI, silakan di-follow twitternya @evabeatrix, dia bilang masalah sampah itu bukan lagi soal mudah atau tidaknya terurai, bukan lagi pada dikotomi organik dan nonorganik, karena sebenernya ada konsep yang lebih baru dari itu, yaitu degradable dan nondegradable. But beyond of those conception, the problem of trashes is its volume. Ketika sampah lama belum terolah atau terurai secara alamiah, sampah baru muncul, hingga volumenya sudah tidak terkendalikan. Nah, saya tuh pengen orang-orang, setidaknya dalam skala pasar minggu dulu lah, sadar bahwa lifestyle memproduksi banyak sampah yang mereka biasakan itu merupakan sebuah masalah besar, lho. nah makanya, tujuan saya buat bikin komunitas pengolahan sampah itu bukan sekadar ikut-ikutan gaya hidup go green yang sekarang lagi giat dicanangkan, atau sekadar biar warga ngarti cara ngolah sampah bukan. It's not as simple as that. Lebih dari itu, saya mau konsepsi mereka terhadap sampah itu berubah. saya ingin merubah paradigma mereka tentang tanggung jawab pengelolaan sampah. Nah berhubung based on assessment saya kebanyakan pedagang disana memiliki latar belakang pendidikan yang tidak cukup memadai, saya melihat merubah paradigma itu tidak hanya cukup dengan sosialisasi ke pedagang, diskusi, dan sebagainya. Tapi harus ada sesuatu yang menarik mereka untuk berbuat demikian.

Akhirnya, saya memutuskan bahwa untuk merubah konsepsi masyarakat tentang sampah, mereka harus kita perkenalkan dulu dengan sampah dan kita perlihatkan 'keuntungan nyata' yang akan mereka dapatkan. Karena saya pernah baca di buku intervensi komunitas-nya Prof. Isbandi, katanya masyarakat akan cenederung tertarik dengan sesuatu yang terlihat jelas keuntungannya di mata mereka. Maka jadilah saya memilih untuk mendirikan komunitas pengolahan sampah, dengan harapan dari sana masyarakat akan paham bahwa sampah jika diberi nilai tambah akan bernilai jual tinggi. sehingga harapannya mereka akan lebih menghargai sampah dan gak buang sampah sembarangan.

Fiuh, finally I'm finish telling you about the background of my project. Sorry it is maybe a lil bit irritating your eyes because you'll find so many typos, bahasa amburadul dan acakadul or everything yang adul adul. haha

Anyway, project ini yang mengantarkan saya terpilih sebagai delegasi DKI Jakarta untuk Indonesia Movement Conference. (haha, you know I am so happy for it, although it's neither an international, famous, nor prestigious event, but having been accepted as one of the delegate there means I still have the opportunies to make this project be funded haha which in a broader meaning means my path in realizing this project has been soooo close!) Yeay, because on the D-day I will presentate my proposal about this project di depan dewan juri untuk kemudian dipilih 5 terbaik yang akan dibiayai. Ah bismillah ya. Bismillah.

Oke segitu dulu yaaa, aaaaak maaf tulisannya berantakan haha dadah!

Sonntag, 21. April 2013

terjadi baru kemarin


Mungkin mereka tidak pernah tahu bahwa saya menyimpan baik-baik foto itu. Sebaik saya menyimpan segala memori yang menjadikan foto itu selalu terasa terjadi baru kemarin. Selalu hidup, tak pernah redup.


*Gilaak, pasti mereka bakal mesem-mesem kuda dan ketawa-ketawa rese liat gue posting ginian bahahah*

Paspor

Akhirnya, kemarin saya menyelesaikan salah satu resolusi tahun 2013: bikin paspor (haha resolusi macam apa ini ya -.-)

Perjuangan banget loh ini bikinnya, bolakbalik berkali-kali ke imigrasi, berangkat subuh-subuh, ngantri panjang-panjang. Pas awal dateng ke imigrasi bahkan saya kesiangan dan harus balik lagi ke rumah loh. Daan pas wawancara dong, si abang-abangnya yang ganteng itu, yang masih muda itu, yang seragamnya ketat banget itu, galak banget wek. Ganteng sih ganteng, tapi kalo galak tetep aja ngeselin.

Oya, saya sesemangat itu bikin paspor bukan karena saya udah ada rencana mau kemana-kemana lho. hahahah saat itu saya belum tau sama sekali mau kemana, itu paspor mau dipake buat apa juga belum tau hahahah. Tapi Alhamdulillah beberapa hari setelah pembuatan paspor in progress, segalanya seperti Allah permudah ;') (cerita lengkapnya menyusul yaw)




Wahaha jadi gak sabar to go travel around the world niiiih. jadi gak sabar juga mewujudkan resolusi lain tahun ini: menjejakkan kaki di Eropa dan Asia amin amin.

"Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan."
(QS. Al-Mulk : 15)

Sonntag, 24. März 2013

anggap aku satu dari seribu



Anggaplah aku satu dari seribu.
Jika orang lain mencintaimu dengan mengejarmu, aku hanya bisa tersenyum seraya menunduk kepadamu, bergurau dengan canda tawa di hadapanmu demi menutupi wajahku yang merona merah…menutupi diriku yang sesungguhnya sangat salah tingkah ketika bersamamu.
Anggaplah aku satu dari seribu.
Jika orang lain mencintaimu dengan mengejarmu, aku hanya bisa mengirimkan beberapa sms semangat, yang kemudian kuhentikan karena merasa ada yang tidak benar dengan mengirimkan sms-sms itu…sejujurnya jari-jariku ini terasa gatal tiap kali aku membuka kontak di ponselku dan melihat namamu ada di dalamnya.
Anggaplah aku satu dari seribu.
Jika orang lain mencintaimu dengan mengejarmu, semakin hari aku semakin takut berada di dekatmu, aku menahan diriku agar dapat sejarang mungkin berkomunikasi denganmu…kemudian aku perlahan menjauh, ketika hatiku mulai bergemuruh hanya dengan melihat sosokmu, ketika mataku senantiasa menemukan dirimu, tak peduli ada berapa banyak orang di sekitar kita, tak peduli seberapa jauh jarak antara aku dan kamu.
Anggaplah aku satu dari seribu.
Jika orang lain mencintaimu dengan mengejarmu, aku mulai gelisah…dan aku mulai menceritakan tentangmu kepada Sang Pembolak-balik hati, kutitipkan hati dan harapanku kepadaNya…lalu kusebutkan namamu di tiap do’a dalam sujud-sujudku, dan tak ada satupun do’a yang memohonkan agar aku bisa memilikimu, semua do’aku tiada lain senantiasa dan selalu…agar kamu menemukan kebahagiaan dalam hidupmu.
dengan cara itulah aku mencintaimu,
saat ini… esok…suatu hari nanti… 
-dari aku, untuk kamu
--- dikutip dari tumblr seorang teman. Tanpa perubahan apapun. oenyoe ya ;3 

Samstag, 23. März 2013

loving needs reason

Kata siapa cinta tidak butuh alasan? Justru kita butuh alasan untuk mencintai seseorang. Agar ketika cinta itu digoyang badai, kita tahu mengapa kita harus mempertahankannya.
- saya, disela-sela masa kejar deadline review jurnal yang tinggal 29 menit lagi.

Mittwoch, 5. Juni 2013

Indonesia Movement Conference 2013 #1

Halo, teman-teman! So, It's been about 3 weeks since the IMC 2013 be held. But too bad, I am getting forget every single detailed events happened there whereas I haven't written anything about it here. So, before all the moments fly away from my head, I'm now starting to make it everlasting hahaha

So, Indonesia Movement Conference 2013, or IMC 2013 for short, is a conference for Indonesian youth, organized by the students board of Prasetiya Mulya Business School and held in May 17-19, 2013. In this event, every province was represented by one youth delegate, and maybe because it was their first debut, the province participants are only 26 provinces. And I'm the delegate representing DKI Jakarta yeaaaaay

Anyway, ini kenapa gue jadi speaking english gini? Oke, haha so, in IMC 2013 we discussed much about things to do to make a better Indonesia. Besides, we shared knowledge, ideas, and spirit to be the driver of change in our own province! haha

To specify our focus, the committee divided us (the 26 delegates) into 5 clusters (education, environment, entrepreneurship, youth & leadership, culture) based on our social project. Ahya, before chosen to be delegates, we have to take the selection process which included short essay writing, application form filling, social project paper submission, and so on. Social project I submitted is my Trash me, it works! Movement hahah that's why it was grouped into the environment cluster. Then, in those clusters, we presented our sospro in front of the judges who are experts in every cluster. The 5 best social projects will get an amount of grants to realize their project. So, let's guess then did I become the best 5 social projects? *drumroll* the answer is NOOOOOOOO hahaha

so, are you eager enough to know why I wasn't chosen to be the 5 best projects? to be continued yaak guys, my mom is calling. asking me to nyuci piring. haha
fixed, postingan ini ditutup dengan sangat tidak elit haha


Samstag, 11. Mai 2013

#20

Yes, I'm turning 20!

Sonntag, 5. Mai 2013

Jadi ceritanya

Jadi ceritanya saya luar biasa bosen dari tadi subuh mantengin laptop buat nyelesain proposal sospro terbaru saya untuk dikirim ke panitia IMC. Makanya sekarang boleh dong, ya, mampir kesini curhat-curhat dikit. haha

Oke, kebetulan saya memang sudah lama memendam keinginan untuk berbagi tentang project terbaru saya ini, namanya Trash me, it works! Movement haha Project ini berawal dari kurang lebih satu tahun yang lalu ketika harga tiket kereta api melonjak bombastis dan kereta ekonomi semakin sulit ditemukan. Then, I decided to be done with my train-life haha apadeh. Intinya, saya memutuskan untuk berpindah ke lain angkutan umum, yaitu angkot! Nah, rumah saya kan di Pejaten Barat, which means saya harus naik angkot dua kali, karena gak ada angkot yang langsung ke Depok dari sana. Maka jadilah setiap pagi saya transit di Pasar Minggu untuk nyambung angkot ke Depok.

Pas awal-awal lewat Pasar Minggu, saya kagum dibuatnya. Sejak saat itu saya sadar bahwa 'salah' kalo orang-orang bilang di Jakarta gak ada gunung. Buktinya, di Pasar Minggu ada banyak banget gunung, bedanya gunung ini tuh gunung sampah -.- Beberapa kali lewat, saya cukup maklum, saat itu saya pikir, Pasar Minggu kan aktifnya dari tengah malam sampe subuh, jadi wajar aja kalo jam segini itu sampah masih bertumpuk. Problema klasik lah, yang jualan gak mau buang sampah di tempatnya karena ngerasa udah bayar uang kebersihan. Tapi kemudian beberapa hari berikutnya siang-siang lewat Pasar Minggu karena kelas siang, gunungan sampah tersebut tetap ada, padahal sampah 'pagi'-nya udah diangkut ke Bantar Gebang. (fyi, di Pasar Minggu itu ada tempat penampungan sampah sementara gitu, sumber sampahnya selain dari Pasar Minggu, juga dari warga se-kecamatan Pasar Minggu. Dan setiap hari, sampah sekitaran pasar dikumpulin dalam dua gelombang, gelombang pagi dan malam, untuk kemudian dikirimlah itu sampah ke TPA Bantar Gebang) jadi ternyata Pasar Minggu yang saya pikir bersih di siang hari itu salah. Karena sesungguhnya Pasar Minggu memang tidak pernah bebas dari sampah. Hahaha *tawa miris* Eh tapi pernah deng satu kali Pasar Minggu bersih dari sampah, waktu menjelang penganugerahan Piala Adipura. Beh, itu yang namanya pasar yang super duper kotor, berubah jadi bersih tidak hanya sampahnya, tapi juga bersih pedagang kaki limanya, lho!

Maaf, kalo pemilihan diksi saya tidak bagus dan pengorganisasian kalimatnya tidak baik, ya, hehe udah ngantuk nih. Intinya pesannya tersampaikan lah yaa haha *excuse

Lanjut. Nah, karena liat pasar minggu yang luar biasa kaya akan sampah itu, dan pedagang-pedagangya yang sangat terbiasa buang sampah dimanapun mereka berada itu, saya sebagai GCC Leader #cailah tergerak untuk membuat perubahan hahaha jengjengjeng saya bikin komunitas pengolahan sampah disitu, yang SDMnya dari masyarakat lokal yang diberdayakan. Tujuannya ya untuk mengurangi volume sampah, karena temen-temen tau gak dari hasil ngobrol panjang lebar saya sama senior TekLing UI, silakan di-follow twitternya @evabeatrix, dia bilang masalah sampah itu bukan lagi soal mudah atau tidaknya terurai, bukan lagi pada dikotomi organik dan nonorganik, karena sebenernya ada konsep yang lebih baru dari itu, yaitu degradable dan nondegradable. But beyond of those conception, the problem of trashes is its volume. Ketika sampah lama belum terolah atau terurai secara alamiah, sampah baru muncul, hingga volumenya sudah tidak terkendalikan. Nah, saya tuh pengen orang-orang, setidaknya dalam skala pasar minggu dulu lah, sadar bahwa lifestyle memproduksi banyak sampah yang mereka biasakan itu merupakan sebuah masalah besar, lho. nah makanya, tujuan saya buat bikin komunitas pengolahan sampah itu bukan sekadar ikut-ikutan gaya hidup go green yang sekarang lagi giat dicanangkan, atau sekadar biar warga ngarti cara ngolah sampah bukan. It's not as simple as that. Lebih dari itu, saya mau konsepsi mereka terhadap sampah itu berubah. saya ingin merubah paradigma mereka tentang tanggung jawab pengelolaan sampah. Nah berhubung based on assessment saya kebanyakan pedagang disana memiliki latar belakang pendidikan yang tidak cukup memadai, saya melihat merubah paradigma itu tidak hanya cukup dengan sosialisasi ke pedagang, diskusi, dan sebagainya. Tapi harus ada sesuatu yang menarik mereka untuk berbuat demikian.

Akhirnya, saya memutuskan bahwa untuk merubah konsepsi masyarakat tentang sampah, mereka harus kita perkenalkan dulu dengan sampah dan kita perlihatkan 'keuntungan nyata' yang akan mereka dapatkan. Karena saya pernah baca di buku intervensi komunitas-nya Prof. Isbandi, katanya masyarakat akan cenederung tertarik dengan sesuatu yang terlihat jelas keuntungannya di mata mereka. Maka jadilah saya memilih untuk mendirikan komunitas pengolahan sampah, dengan harapan dari sana masyarakat akan paham bahwa sampah jika diberi nilai tambah akan bernilai jual tinggi. sehingga harapannya mereka akan lebih menghargai sampah dan gak buang sampah sembarangan.

Fiuh, finally I'm finish telling you about the background of my project. Sorry it is maybe a lil bit irritating your eyes because you'll find so many typos, bahasa amburadul dan acakadul or everything yang adul adul. haha

Anyway, project ini yang mengantarkan saya terpilih sebagai delegasi DKI Jakarta untuk Indonesia Movement Conference. (haha, you know I am so happy for it, although it's neither an international, famous, nor prestigious event, but having been accepted as one of the delegate there means I still have the opportunies to make this project be funded haha which in a broader meaning means my path in realizing this project has been soooo close!) Yeay, because on the D-day I will presentate my proposal about this project di depan dewan juri untuk kemudian dipilih 5 terbaik yang akan dibiayai. Ah bismillah ya. Bismillah.

Oke segitu dulu yaaa, aaaaak maaf tulisannya berantakan haha dadah!

Sonntag, 21. April 2013

terjadi baru kemarin


Mungkin mereka tidak pernah tahu bahwa saya menyimpan baik-baik foto itu. Sebaik saya menyimpan segala memori yang menjadikan foto itu selalu terasa terjadi baru kemarin. Selalu hidup, tak pernah redup.


*Gilaak, pasti mereka bakal mesem-mesem kuda dan ketawa-ketawa rese liat gue posting ginian bahahah*

Paspor

Akhirnya, kemarin saya menyelesaikan salah satu resolusi tahun 2013: bikin paspor (haha resolusi macam apa ini ya -.-)

Perjuangan banget loh ini bikinnya, bolakbalik berkali-kali ke imigrasi, berangkat subuh-subuh, ngantri panjang-panjang. Pas awal dateng ke imigrasi bahkan saya kesiangan dan harus balik lagi ke rumah loh. Daan pas wawancara dong, si abang-abangnya yang ganteng itu, yang masih muda itu, yang seragamnya ketat banget itu, galak banget wek. Ganteng sih ganteng, tapi kalo galak tetep aja ngeselin.

Oya, saya sesemangat itu bikin paspor bukan karena saya udah ada rencana mau kemana-kemana lho. hahahah saat itu saya belum tau sama sekali mau kemana, itu paspor mau dipake buat apa juga belum tau hahahah. Tapi Alhamdulillah beberapa hari setelah pembuatan paspor in progress, segalanya seperti Allah permudah ;') (cerita lengkapnya menyusul yaw)




Wahaha jadi gak sabar to go travel around the world niiiih. jadi gak sabar juga mewujudkan resolusi lain tahun ini: menjejakkan kaki di Eropa dan Asia amin amin.

"Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan."
(QS. Al-Mulk : 15)

Sonntag, 24. März 2013

anggap aku satu dari seribu



Anggaplah aku satu dari seribu.
Jika orang lain mencintaimu dengan mengejarmu, aku hanya bisa tersenyum seraya menunduk kepadamu, bergurau dengan canda tawa di hadapanmu demi menutupi wajahku yang merona merah…menutupi diriku yang sesungguhnya sangat salah tingkah ketika bersamamu.
Anggaplah aku satu dari seribu.
Jika orang lain mencintaimu dengan mengejarmu, aku hanya bisa mengirimkan beberapa sms semangat, yang kemudian kuhentikan karena merasa ada yang tidak benar dengan mengirimkan sms-sms itu…sejujurnya jari-jariku ini terasa gatal tiap kali aku membuka kontak di ponselku dan melihat namamu ada di dalamnya.
Anggaplah aku satu dari seribu.
Jika orang lain mencintaimu dengan mengejarmu, semakin hari aku semakin takut berada di dekatmu, aku menahan diriku agar dapat sejarang mungkin berkomunikasi denganmu…kemudian aku perlahan menjauh, ketika hatiku mulai bergemuruh hanya dengan melihat sosokmu, ketika mataku senantiasa menemukan dirimu, tak peduli ada berapa banyak orang di sekitar kita, tak peduli seberapa jauh jarak antara aku dan kamu.
Anggaplah aku satu dari seribu.
Jika orang lain mencintaimu dengan mengejarmu, aku mulai gelisah…dan aku mulai menceritakan tentangmu kepada Sang Pembolak-balik hati, kutitipkan hati dan harapanku kepadaNya…lalu kusebutkan namamu di tiap do’a dalam sujud-sujudku, dan tak ada satupun do’a yang memohonkan agar aku bisa memilikimu, semua do’aku tiada lain senantiasa dan selalu…agar kamu menemukan kebahagiaan dalam hidupmu.
dengan cara itulah aku mencintaimu,
saat ini… esok…suatu hari nanti… 
-dari aku, untuk kamu
--- dikutip dari tumblr seorang teman. Tanpa perubahan apapun. oenyoe ya ;3 

Samstag, 23. März 2013

loving needs reason

Kata siapa cinta tidak butuh alasan? Justru kita butuh alasan untuk mencintai seseorang. Agar ketika cinta itu digoyang badai, kita tahu mengapa kita harus mempertahankannya.
- saya, disela-sela masa kejar deadline review jurnal yang tinggal 29 menit lagi.

Popular posts