Blogwalking adalah hal yang sangat sangat menyenangkan untuk saya. Seru aja gitu melihat bagaimana orang-orang menulis (yang kadang) tanpa rasa sadar bahwa tulisannya akan dibaca orang lain, atau melihat bagaimana orang-orang berdialog dengan diri sendiri, curhat, sharing pengalaman, kontemplasi, atau apapun mereka menjudulkannya, intinya sih curhat-curhat juga, hihi. Selain itu juga, blogwalking bisa menjadi salah satu alat pemenuhan hobi saya, stalking people around the woooorld. Hahaha. Alih-alih blogwalking, saya bisa ngepoin siaaapapun. Hahaha.
Bicara soal blogwalking, sebenernya saya mau cerita. Tentang perjalanan blogwalking saya yang tetiba hinggap pada blog seorang teman. Sebut saja anu. Kadang saya suka bingung, di dunia yang serba pamrih ini, dimana banyak orang baik karena ada 'apa'-nya, dimana setiap perilaku manusia punya tendensi laten yang sulit dideteksi, dimana prinsip yang populer dipegang adalah 'ada uang abang sayang, gak ada uang adek tendang', dan segala dimana-dimana lain yang intinya there's no more ikhlas dan tulus in this world, si anu masih aja tampil dengan segala ketulusannya. Emang agak beda tipis sih antara dari sananya tulus sama cuma pencitraan doang, heheeeeeu. Tapi seriusan deh, in my honest opinion, kayaknya si anu sih emang tulus ikhlas beneran jadi orang.
Suatu hari, di kala kita duduk di tepi pantai, heheeee gak deng, saya menjadi bahan bully teman-teman saya (as usual, huft (._.) ) terus si anu tuh spontaniously ngebelain gitu. Setengah mati dia ngebelain saya, dia bilang "eh eh, jangan ngatain ibu lili terus!". Nah, ini juga nih, si anu juga selalu memanggil saya Ibu Lili, dalam keadaan apapun, situasi apapun. Entah apa yang bikin si anu manggil saya kayak gitu. Selain itu, si anu juga obyektif banget jadi orang (maksudnya?). Contohnya nih ya, saya kalo kesel sama orang pasti berkepanjangan, no matter orang itu udah berubah atau belom. Tapi kalo si anu, dia gak suka sama orang ya ketika orang itu melakukan kesalahan aja. Setelah itu biasa lagi. gitu.
Gitulah temen saya si anu. Untuk beberapa orang tertentu yang baca postingan ini, pasti tau deh si anu itu siapa hahahaha. Anyway, sumpah ini postingan super gak penting banget. Dari awalnya ngebahas blogwalking, akhirnya ngomongin si anu. Dasar bakat rumpi banget yak! okelah. teman-teman anda boleh #abaikan saja postingan ini hahaaa. telat ya, kalimat himbauan untuk mengabaikan malah at the end of this post ekekek
Abonnieren
Kommentare zum Post (Atom)
Freitag, 31. August 2012
Blogwalking dan si Anu
Blogwalking adalah hal yang sangat sangat menyenangkan untuk saya. Seru aja gitu melihat bagaimana orang-orang menulis (yang kadang) tanpa rasa sadar bahwa tulisannya akan dibaca orang lain, atau melihat bagaimana orang-orang berdialog dengan diri sendiri, curhat, sharing pengalaman, kontemplasi, atau apapun mereka menjudulkannya, intinya sih curhat-curhat juga, hihi. Selain itu juga, blogwalking bisa menjadi salah satu alat pemenuhan hobi saya, stalking people around the woooorld. Hahaha. Alih-alih blogwalking, saya bisa ngepoin siaaapapun. Hahaha.
Bicara soal blogwalking, sebenernya saya mau cerita. Tentang perjalanan blogwalking saya yang tetiba hinggap pada blog seorang teman. Sebut saja anu. Kadang saya suka bingung, di dunia yang serba pamrih ini, dimana banyak orang baik karena ada 'apa'-nya, dimana setiap perilaku manusia punya tendensi laten yang sulit dideteksi, dimana prinsip yang populer dipegang adalah 'ada uang abang sayang, gak ada uang adek tendang', dan segala dimana-dimana lain yang intinya there's no more ikhlas dan tulus in this world, si anu masih aja tampil dengan segala ketulusannya. Emang agak beda tipis sih antara dari sananya tulus sama cuma pencitraan doang, heheeeeeu. Tapi seriusan deh, in my honest opinion, kayaknya si anu sih emang tulus ikhlas beneran jadi orang.
Suatu hari, di kala kita duduk di tepi pantai, heheeee gak deng, saya menjadi bahan bully teman-teman saya (as usual, huft (._.) ) terus si anu tuh spontaniously ngebelain gitu. Setengah mati dia ngebelain saya, dia bilang "eh eh, jangan ngatain ibu lili terus!". Nah, ini juga nih, si anu juga selalu memanggil saya Ibu Lili, dalam keadaan apapun, situasi apapun. Entah apa yang bikin si anu manggil saya kayak gitu. Selain itu, si anu juga obyektif banget jadi orang (maksudnya?). Contohnya nih ya, saya kalo kesel sama orang pasti berkepanjangan, no matter orang itu udah berubah atau belom. Tapi kalo si anu, dia gak suka sama orang ya ketika orang itu melakukan kesalahan aja. Setelah itu biasa lagi. gitu.
Gitulah temen saya si anu. Untuk beberapa orang tertentu yang baca postingan ini, pasti tau deh si anu itu siapa hahahaha. Anyway, sumpah ini postingan super gak penting banget. Dari awalnya ngebahas blogwalking, akhirnya ngomongin si anu. Dasar bakat rumpi banget yak! okelah. teman-teman anda boleh #abaikan saja postingan ini hahaaa. telat ya, kalimat himbauan untuk mengabaikan malah at the end of this post ekekek
Bicara soal blogwalking, sebenernya saya mau cerita. Tentang perjalanan blogwalking saya yang tetiba hinggap pada blog seorang teman. Sebut saja anu. Kadang saya suka bingung, di dunia yang serba pamrih ini, dimana banyak orang baik karena ada 'apa'-nya, dimana setiap perilaku manusia punya tendensi laten yang sulit dideteksi, dimana prinsip yang populer dipegang adalah 'ada uang abang sayang, gak ada uang adek tendang', dan segala dimana-dimana lain yang intinya there's no more ikhlas dan tulus in this world, si anu masih aja tampil dengan segala ketulusannya. Emang agak beda tipis sih antara dari sananya tulus sama cuma pencitraan doang, heheeeeeu. Tapi seriusan deh, in my honest opinion, kayaknya si anu sih emang tulus ikhlas beneran jadi orang.
Suatu hari, di kala kita duduk di tepi pantai, heheeee gak deng, saya menjadi bahan bully teman-teman saya (as usual, huft (._.) ) terus si anu tuh spontaniously ngebelain gitu. Setengah mati dia ngebelain saya, dia bilang "eh eh, jangan ngatain ibu lili terus!". Nah, ini juga nih, si anu juga selalu memanggil saya Ibu Lili, dalam keadaan apapun, situasi apapun. Entah apa yang bikin si anu manggil saya kayak gitu. Selain itu, si anu juga obyektif banget jadi orang (maksudnya?). Contohnya nih ya, saya kalo kesel sama orang pasti berkepanjangan, no matter orang itu udah berubah atau belom. Tapi kalo si anu, dia gak suka sama orang ya ketika orang itu melakukan kesalahan aja. Setelah itu biasa lagi. gitu.
Gitulah temen saya si anu. Untuk beberapa orang tertentu yang baca postingan ini, pasti tau deh si anu itu siapa hahahaha. Anyway, sumpah ini postingan super gak penting banget. Dari awalnya ngebahas blogwalking, akhirnya ngomongin si anu. Dasar bakat rumpi banget yak! okelah. teman-teman anda boleh #abaikan saja postingan ini hahaaa. telat ya, kalimat himbauan untuk mengabaikan malah at the end of this post ekekek
Abonnieren
Kommentare zum Post (Atom)
Popular posts
-
Kali ini, saya akan membagikan pengalaman saya 'berkenalan' dengan YSEALI hingga akhirnya memberanikan diri untuk mendaftar program ...
-
Seperti yang sudah saya ceritakan di postingan sebelumnya, sejak saya membaca surat rekomendasi yang dibuatkan oleh referee saya, saya memil...
-
Setelah beberapa bulan penantian, finally woro-woro tentang pembukaan pendaftaran seleksi program XL Future Leaders Batch II pun dibuka. K...
-
Sekarang, saya akan berbagi langkah-langkah yang saya lakukan dalam mendaftar program YSEALI Academic Fellowship periode Fall 2018. Ingat, i...
-
Few days ago, i finally happened to visit Gunung Bromo for the very first time! Yay . Seru sekali. Saya pergi rombongan bersama teman-teman...
-
Hai guys! (tampang sok asik) So, it is my second writing. hahah yang sabar ya bacanya. Semoga gak bikin mual. Amiiiin Oke, j...
-
Oops Oops Oops... Oops Oops Oops... Oops Fugu Fugu... Oops Fugu Fugu... Bagi Anda yang merupakan penikmat iklan, pasti familiar denga...
-
Dan yak, setelah membuat kesal beberapa orang dengan blog berjudul super panjang tapi super nggak penting (Emm, atau justru tidak ada yang k...
-
Berbicara tentang nasionalisme, maka kadang pikiran kita akan langsung tertuju pada segala hal yang berkaitan dengan rasa cinta tanah air, ...
-
Sayangnya, kadang orang yang kita sayangi terlalu egois untuk menyadari bahwa dirinya berharga. Setidaknya di mata kita. Sehingga mereka d...
Keine Kommentare:
Kommentar veröffentlichen